Kalau memang tulisan sebelumnya saya menulis ilustrasi dan penilaian orang terhadap keputusan kita tentang prioritas , saat ini saya lebih menekankan kepada teknis manajemen prioritas.

( http://wapannuri.com/a.kepemimpinan/manajemen-waktu-pribadi.html )
Sebenarnya , masalah manajemen prioritas ini sudah banyak artikelnya, sayang tidak semua orang tertarik untuk membacanya. Mungkin dengan adanya sedikit tulisan dari saya , anda dapat memahami bagaimana cara manajemen prioritas itu dapat dilaksanakan.
Seperti yang terlihat di atas, terdapat tabel yang menerangkan adanya faktor “genting” dan “penting”. “Genting” adalah suatu keadaan yang mendesak, tidak bisa ditunda sama sekali. Sedang , “penting” adalah suatu keadaan yang harus dipenuhi , tidak selalu dalam keadaan terdesak.
Membagi secara prioritas, ada 4 poin yang harus diikuti sesuai urutannya :
- Penting dan genting
- Genting tetapi tidak penting
- Penting tetapi tidak genting
- Tidak penting dan tidak genting
Prioritas 1st (pertama) yang harus dilakukan adalah penting dan genting . Hal ini dikarenakan dalam waktu yang mendesak , hal ini harus benar-benar terpenuhi. Umumnya prioritas ini melibatkan banyak orang dan membutuhkan keputusan yang cepat dengan efek yang berimbas pada kita dan orang lain.
Prioritas 2nd (kedua) yang harus dilakukan adalah Genting tetapi tidak penting . Walaupun memang tidak harus penting , tetapi karena harus dipenuhi karena keadaan terdesak , hal ini menjadikan prioritas yang harus didahulukan. Memang, terkadang hal ini sungguh tidak mengenakan , tetapi ingat, waktu tidak bisa dibeli dan diulang kembali. Pernyataan inilah yang menjadi landasan kuat mengapa dijadikan prioritas kedua setelah Penting dan genting
Prioritas 3rd (ketiga) adalah Penting tetapi tidak genting . Prioritas ini terjadi di saat suatu kebutuhan memang harus dipenuhi , tetapi tidak dalam jangka waktu pendek sehingga masih dapat perencanaan berikut aktivitas bertahap dalam mengerjakannya. Tetapi , berhati-hatilah dengan prioritas ini, karena seringkali prioritas ini berubah menjadi prioritas 1st (pertama) karena kelalaian seseorang dalam merencanakan sesuatu yang disebabkan oleh kemalasan dan penundaan pekerjaan . Prioritas ini digambarkan sebagaimana halnya bom waktu , bisa dihentikan tetapi pada saat dibiarkan , benda itu akan menimbulkan dampak negatif yang besar di sekitarnya, tentunya andalah yang mempunyai imbas paling besar dari meledaknya bom itu.
Prioritas 4th (keempat) adalah tidak penting dan tidak genting . Prioritas pilihan , tidak begitu berimbas banyak, umumnya merupakan hal yang menyenangkan dan terkait pemuasan hasrat kehidupan , seperti membeli barang tersier (mobil, motor) , jalan-jalan ke tempat pariwisata.
Cara anda memilih prioritas adalah indikator penilaian orang-orang yang berada di sekitar anda ; apakah anda seorang yang besar atau hanya seorang yang hidup hanya memenuhi (baca: mempersempit) dunia ini dengan kehidupan yang diisi oleh masalah yang selalu tertinggal dan menumpuk , menjadi racun untuk membunuh anda secara perlahan.
“saya lebih baik memperbaiki bemper dan pintu mobil saya daripada mesin dan kerangka mesin saya”

Sebuah statemen yang memukau bagi semua repairman yang mendengar permintaan konsumernya yang eksentrik ini.
Bagi saya , statement adalah wajar ko, sekali saya tulis wajar , karena konsumer yang datang adalah seseorang yang terlena dengan ‘dunia kelam’ nya.
Kelam bagi saya , karena aktor utamanya adalah dirinya sendiri, dengan ‘perhiasan’ yang tak pernah ia syukuri dan cibir manis penuh alasan yang keluar dari mulutnya. Entah itu dibumbui dengan kebohongan ataupun kedengkian , dirinya sama saja seperti sampah.
Orang itu bukanlah tidak pintar, justru seringkali mereka adalah yang berotak brilian. sayang, otaknya runtuh dikala dihadapkan dengan kata “urgent” dan “important”. Entah mengapa kalimat sebelumnya terasa paradoks, tetapi ternyata, dengan sedikit tersenyum ironi, saya merasakan dan melihatnya di depan mata pun merasakannya di dalam hati saya.
Manajemen prioritas, pernah mendengar ?
bagi anda yang aktif di organisasi , pasti pernah mendengar.
Pertanyaannya adalah apakah anda menjalankannya dengan berbagai pertimbangan?
Sungguh lucu, komitmen (seolah) kuat, ide (seolah) brilian , tetapi masalah prioritas masih bingung dan lebih memilih hal remeh. Lalu, bagaimana caranya kita menggambarkan manajemen prioritas itu seperti apa ?
Baca dan renungkanlah, saya ingin anda melihat tulisan dari tetangga sebelah.
( http://telaungu.info/motivasi/manajemen-prioritas)

Suatu hari, seorang ahli `manajemen waktu` berbicara di depan sekelompok mahasiswa bisnis, dan ia memakai ilustrasi yang tidak akan dengan mudah dilupakan oleh para siswanya. Ketika dia berdiri dihadapan siswanya dia berkata: “Baiklah, sekarang waktunya kuis”. Kemudian dia mengeluarkan toples berukuran galon yg bermulut cukup lebar,dan meletakkannya di atas meja.
Lalu ia juga mengeluarkan sekitar selusin batu berukuran segenggam tangandan meletakkan dengan hati-hati batu-batu itu ke dalam toples. Ketika batu itu memenuhi toples sampai ke ujung atas dan tidak ada batu lagi yg muat untuk masuk ke dalamnya, dia bertanya:” Apakah toples ini sudah penuh?”
Semua siswanya serentak menjawab, “Sudah!”
Kemudian dia berkata, “Benarkah?” Dia lalu meraih dari bawah meja sekeranjang kerikil. Lalu dia memasukkan kerikil-kerikil itu ke dalam toples sambil sedikit mengguncang-guncangkannya, sehingga kerikil itu mendapattempat di antara celah-celah batu-batu itu.
Lalu ia bertanya kepada siswanya sekali lagi:
“Apakah toples ini sudah penuh?” Kali ini para siswanya hanya tertegun,
“Mungkin belum!”, salah satu dari siswanya menjawab.
“Bagus!” jawabnya.
Kembali dia meraih ke bawah meja dan mengeluarkan sekeranjang pasir. Dia mulai memasukkan pasir itu ke dalam toples, dan pasir itu dengan mudah langsung memenuhi ruang-ruang kosong di antara kerikil dan bebatuan.
Sekali lagi dia bertanya, “Apakah toples ini sudah penuh?”
“Belum!” serentak para siswanya menjawab
Sekali lagi dia berkata, “Bagus!” Lalu ia mengambil sebotol air dan mulai menyiramkan air ke dalam toples, sampai toples itu terisi penuh hingga ke ujung atas. Lalu si ahli ini memandang kepada para siswanya dan bertanya:
“Apakah maksud dari ilustrasi ini?”
Seorang siswanya yang antusias langsung menjawab,
“Maksudnya, betapapun penuhnya jadwalmu, jika kamu berusaha kamu masih dapat menyisipkan jadwal lain kedalamnya!”
“Bukan!”, jawab si ahli, “Bukan itu maksudnya.
Sebenarnya ilustrasi ini mengajarkan kita bahwa :
JIKA BUKAN BATU BESAR YANG PERTAMA KALI KAMU MASUKKAN, MAKA KAMU TIDAK AKAN PERNAH DAPAT MEMASUKKAN BATU BESAR ITU KE DALAM TOPLES TERSEBUT.
“Apakah batu-batu besar dalam hidupmu? Mungkin anak-anakmu,suami/istrimu,orang-orang yg kamu sayangi, pekerjaanmu, persahabatanmu, kesehatanmu, mimpi-mimpimu. Hal-hal yang engkau anggap paling berharga dalam hidupmu.”
Ingatlah untuk selalu meletakkan batu-batu besar tersebut sebagai yang pertama, atau kamu tidak akan pernah punya waktu untuk memperhatikannya. Mulailah membuat dan mengatur prioritas waktu hidupmu.
“Jika kamu mendahulukan hal-hal yang kecil dalam prioritas waktumu,maka kamu hanya memenuhi hidupmu dengan hal-hal yang kecil, kamu tidak akan punya waktu untuk melakukan hal yang besar dan berharga dalam hidupmu”.
( http://telaungu.info/motivasi/manajemen-prioritas)
Pilihannya sederhana , Sekarang atau tidak sama sekali.
Saat anda memilih suatu pilihan yang besar dan menyangkut orang lain, anda akan tidak ternilai harganya.
Saat anda memilih suatu pilihan yang kecil manfaatnya dan hanya memuaskan diri sendiri, anda tidak akan mempunyai nilai sebagai seorang yang berguna di mata siapapun.
Hanya menjadi sampah di semua kehidupan insan di dunia.
Setiap orang mempunyai titik kulminasi. Titik dimana merasa jenuh dengan status quo. Titik dimana hal yang relevan pada masanya tidak berlaku saat ini . Hal yang dianggap ideal ternyata tidaklah menjadi sebuah kebaikan saat terbentur dengan kenyataan.
Perubahan adalah hasil dari pengolahan pikiran yang terbentuk dengan banyaknya variabel hidup yang mempengaruhinya. Perubahan tidak selalu disikapi dengan baik, seringkali respon yang kontradiksi dari harapan akan muncul ke permukaan. Tidak perlu merasa bersalah, jalani saja . Karena hidup memang penuh dengan perubahan. Karena yang tidak berubah dari kehidupan adalah perubahan itu sendiri.
Berkreasilah dengan kehidupanmu dan keluar dari ‘zona nyaman’. Rasakanlah kehidupanmu selalu berubah bentuk untuk mencari makna “sempurna” . Jangan pernah menahan perubahan, juga jangan membuatnya mengendalikan dirimu tanpa arahan. Jangan takut gagal, itu adalah prinsip.
Kompromistis mungkin terlihat seakan semua baik-baik saja. Tetapi, efek yang didapatkan tidak serta merta dapat di’kompromi’kan dengan hasil yang didapat. Pada akhirnya, output yang didapat hanyalah rasa kecewa yang tidak pada substansinya.
Kalian tahu ?
Kalian harus berubah.
perubahan menuju kebaikan tidak bisa ditunda.
saat kamu menunda, saat itu pula kamu terus mengecawakan dirimu sendiri , tanpa kamu sadari, dan lebih buruknya jika dirasakan orang lain pula.
Dennis, berubah atau tertinggal.
Memang, kedewasaan itu adalah sebuah proses dan mempunyai tahapan. Aku sedang menapaki jalan terjal itu
Dennis Wahyudianto , 26 Mei 2012
- May 26
- , 2012
Lead by example, not just speak outloud and act nothing
~ DW ~
- May 6
- , 2012
(Source: trueguidance, via kuntawiaji)
Kabar apakah yang sampai padamu tentang Palestina?
Apakah sampai padamu berita
tentang rumah-rumah yang dihancurkan
tanah-tanah meratap berpindah tuan,
bahkan manusia yg dibuldozer?
Apakah sampai padamu berita
tentang air mata yang tumpah
dan menjelma minuman seharihari
tentang jadwal…
1. Ingin kuliah lancar? Minum VEGETA setiap hari
2. Ingin skripsi lebih selesai dgn cepat? Pake MOLTO ULTRA sekali bilas
3. Mau cepet ngerjain soal UAS ? Pake RINSO kekuatan 10 tangan!
4. Dosen: kertas UAS kamu kenapa kosong? | mahasiswa: pake BAYCLEAN, kertas putih seperti baru!
5. Sayangi IP-mu!! GARNIER
6. Pak, katanya cuman 4 soal, kok ini jadi 5 | Satu lagi dari
MAYORA….
7. Jawaban ujian bocor ? pake NODROP, pelapis soal anti bocor
8. PA (Pembimbing Akademik): nilai kamu kenapa C semua? | mahasiswa: saya minum UC1000, mengandung 100% nilai C!
9. Dosen: gimana uasnya? | Mahasiswa: MAMAMIA LEZATOS
10. Skripsi mampet? Ya DIAPET
11. skripsi BAB 4 trsendat? minum VEGETA, BAB lancaaaar….
12. Dipanggil KaJur karena bermasalah? SARIWANGI, mari nge-teh
mari bicara
13. Dosen : Kamu nyontek ya?!?!?! | mahasiswa : Cuma REJOICE kok
14. Maaf bapak telat | emang darimana pak? | dari TELKOMSEL
15. Ini jawaban punya siapa..? | Punya INDOSAT
16. Jadwal kuliah ketat? Minum WRP aja. Sure u can do, a healthy schedule
17. IP turun? Jangan khawatir, Pake KOZUI SLIMMING SUIT, mengencang IP sehingga naik 2 cm.
18. Kamu habis UAS ya? | Engga kok, cuma pake shampoo.
19. Maaf pak boleh bicara sebentar? | Bicara 30 menit hanya bayar 6 menit.
20. Mahasiswa : Pak, IP saya berapa? | Dosen : 2,4 | Mahasiswa : Kalo 3,4 boleh gak pak ? | Dosen : Jangan ditawar (pingsan)
21. IP-mu mengalihkan duniaku
22. UAS dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin
23. Eh, ada gak sih yang lebih bagus dari pak Z kalo ngasi nilai? | Yang lebih bagus ? Yang lebih mahal, banyak.
24. Kok nilai IP gue tinggi ya ? Karena otak ga pernah bohong
25. Bebas tugas, bebas memilih IP, bebas kapan mau lulus. MAU? hanya di tri
26. Banyak kata kerja dalam kamus bahasa Indonesia | nyontek, ngulang, ngebet, nongkrong, ngekost, molor, bolos, ujian, nonton
27. (di ruang rektorat) A : Permisi, Pak Rektornya ada ? | B: Lagi keramas
28. Mahasiswa cowok: Bu, kok nilai UTS saya cuma dapat 30 ? Kecil banget ? | Ibu dosen: karena cowok suka yang minim
30. Besok UAS tapi nggak belajar?? APA KATA DUNIA ??1.
31. dapet E ?! Enjoy Aja
32. Dosen: kenapa milih saya jadi pembimbing kamu? | Mahasiswa: Ga ada loe ga rame !
33. Nggak ada UAS, Ya nggak belajar
34. Mengulang kuliah itu hal biasa, life is never flat
35. Dek, mau coba kerjain soal uas saya gak? | Gak ah bang, buat anak kok coba-coba
36. Sesudah UAS berasa healthy inside fresh outside #UC1000
37. Bimbingan putus-putus? Kami ganti
38. Begitu tau dosen ga masuk itu, kaya ngebelah atmosfir berlapis-lapis, Menuju rasi bintang paling manisss….
39. Dosen: Apa susahnya dapet A, masuk ga pernah, UAS ga pernah. Mahasiswa: Aku ga punya KRS!
40.Cara supaya kita deket sama dosen? | dilihat, diraba, diterawang.
41. UAS – connecting people
42. Kok suka banget sih duduk paling depan? | Ya dong, soalnya kursi ini anti kerut anti bocor
43. UAS duduk di depan: Terdepan Mengabarkan
44. Cewe: Yank, Aku nggak kuat hafalin kisi kisi UAS | Cowo: Tinggal lep… Tinggal lep…
45. Dosen: kita ga jadi quiz. Mahasiswa: I’m lovin it
46. Punya masalah dengan nilai UAS !| PEGADAIAN *mengatasi masalah tanpa masalah*
47. Yang ini ngulang…. Yang ini enggak..
48. Dosbing: Kenapa sih kamu kalo nulis skripsi kayak curhat
begini? | Mahasiswi: karena wanita ingin dimengerti
49. Santai belum lengkap tanpa SeKRIIPSIII….
50. IP gue kecil banget, nih. Elo gimana? | Gede sih, tapi, rela bagi-bagi ?
51. Pikiran pecah-pecah gara-gara Skripsi? Ademkan dengan ADEM SARI.
52. Anak ibu IP-nya rendah? Oooh tentu tidak, kan udah minum COMBANTRIN
53. Males kuliah dan bolos terus? STOP dengan ENTROSTOP
54. Nilai IP saya 4 ! Mau seperti saya, berlatih keras dan makan sosis SO NICE!
55. Mau kuat waktu ditanya pas sidang skripsi? Pake MITO! Handphone nya Master Limbad.
56. Ngantuk di kala dosen mengajar? Tuntaskan dengan KALPANAX.
57. Gak nyaman ngerjain UAS ? makanya pake aki GS ASTRA, nyamannya ekstra
58. Ingin jawaban UAS berbobot? Minum L-Men! Trust me, it works.
- March 21
- , 2012
1. pembantaian Muslim palestina tampaknya jadi “pertunjukan layar kaca paling lama” yg pernah diputar
2. mempertontonkan kebiadaban israel laknatullah, episode demi episode ditayangkan tiap waktunya kepada kaum Muslim
3. anehnya, kaum Muslim bersedih duka saat saksikan pembunuhan saudara2…
Suatu kebodohanlah yang mmbuatku terlena
Suatu kebodohanlah yang membuatku terdegradasi
“hidup & waktu adalah anugrah yang patut disyukuri”
Adagium yang vital, menjadi remeh karena dua hal sebelumnya
Mengapa capai harus menjadi justifikasi meninggalkan kewajiban?
Mengapa tenggat waktu diisi hanya hal yang disenangi?
Tidak cukupkah sisa waktu menjelang kematian dipersiapkan dengan hal yang sia-sia ?
Apakah tidur dapat membuatmu tenang ?
Padahal jarak antara ku dengan-Nya seribu langkah lebih dekat dari yang ku kira
Teruslah berpikir progresif, Dennis.
Progresif secara nurani dan akal sehat
Tiada hal yang dapat dicapai
Tanpa pengorbanan
Tanpa menunaikan amanah dari Yang Maha Kuasa
Mereka mendapatkan mimpinya
karena mereka berusaha
keras, Visioner dan tanpa menyiakan waktu
Apa yang kamu dapat tanpa membaca ?
Tanpa mengatur dirimu sendiri ?
Inikah yang disebut sebagai “seseorang” ?
Inikah yang disebut “dewasa” ?
Belum cukup (kembali) bagiku untuk melabelkan diri dengan kata “dewasa”
Namun….
Himpunan Mahasiswa HI Brawijaya adalah menjadi bagian hidupku , keluargaku
yang kuingin bisa menjadikan akselerasi
pemahaman hidup, bagiku dan keluargaku
kedua Orang Tua ku, tak luput dan takkan pernah terlupa,
menjadi pengaruh hidupku dan pengayom hidupku,
Allah Subhanahu Wa Ta’ala..
Selalu, maafkan hamba-Mu ini,
berkontemplasi selalu tanpa menghiraukan waktu
dan seakan melupakan kewajibanku untuk
bersujud kepada-Mu..
Dan diamku
berpikirku
Tidak ada yang sia-sia
Indomie goreng dan STMJ yang kuteguk
Tidak hanya menjadi ekskresi yang akan dibuang dari
tubuh ini tanpa meninggalkan manfaatnya
, terutama dalam menemaniku malam ini
Seorang sahabat berikut kenalannya menyapaku
menunjukkan sikap mulianya sebagai seorang sahabat
Lucky Me !
Betapa beruntungnya aku dijenguk
pada saat yang tepat, tanpa traktir, tanpa waktu yang lama,
berlalu setelah saling berinteraksi dengan senyuman dan candaan singkat
(sangat berarti, jeng ! ^_^)
Pada akhirnya…
Sesi ini harus berakhir
bukan karena tidak ingin terus disini
Tetapi, memang,
Ini semua harus diakhiri, bahwa istirahat
Tidak bisa selamanya, kalau memang masih
masih ditakdirkan untuk hidup, karena tanggung jawab selalu menanti,
Luaran yang dihasilkan dari sejenaknya waktu yang diluangkan :
”Diam itu tidaklah identik dikaitkan dengan kata ‘mati’. Untuk sejenak , Diam itu adalah progresif bagi saya”
Malang, Soekarno-Hatta pinggir jalan
bekontemplasi akan present circumstences di sekeliling (otak) saya
8 Maret 2012
